No image available for this title

Publikasi Staf Biotek

Laporan Kemajuan Tahap Pertama Insentif Riset Sinas: Perakitan Tanaman Cabai dengan Ketahanan Daya Simpan Buah Paska Panen



Cabai adalah salah satu komoditas sayuran terpenting dan strategis di Indonesia maupun di dunia, selain kentang dan tomat. Selain kapsaisin, senyawa metabolit sekunder yang mengatur tingkat kepedasan, buah cabai mengandung nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin E, provitamin A, karotenoid dan flavonoid, yang berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Kandungan air pada buah cabai mencapai 55-85 persen pada saat buah siap panen. Pemanenan buah cabai memicu perubahan komposisi senyawa metabolit, seperti nutrisi dan senyawa polimer penyusun dinding sel, seperti pektin. Degradasi pektin oleh enzim Polygalacturonase (PG) menyebabkan buah menjadi lunak (fruit softening) sehingga air keluar dari dalam sel dan terjadi proses pembusukan. Pembusukan buah juga akan meningkatkan infeksi anthracnose oleh jamur. Aktivitas proses degradasi biokimia, sangat dipengaruhi oleh suhu. Saat ini adanya pemanasan global menyebabkan kenaikan suhu dan kelembaban lingkungan, sehingga mempercepat terjadinya pelunakan buah, pembusukan dan infeksi pathogen. Penyimpanan buah paska panen dengan mengendalikan kondisi lingkungan, seperti alat pendingin akan menambah biaya bagi para petani tradisional dan juga akan meningkatkan harga cabai di pasar. Dengan demikian diperlukan strategi untuk mempertahankan kualitas buah cabai tanpa menambah biaya paska panen. Penggunaan tanaman cabai yang memiliki ketahanan daya simpan buah paska panen adalah salah satu upaya yang baik dan murah. Tanaman dengan sifat ini dapat dikembangkan melalui pemuliaan tanaman cabai komersial dengan penyisipan sifat ketahanan daya simpan buah dari tanaman cabai lain. Selain itu penyisipan sifat dapat dilakukan dengan rekayasa genetika yaitu dengan mendown-regulasi ekspresi gen PG sehingga jumlah enzim pendegradasi pektin tersebut menurun dan akan memperlambat pelunakan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk merakit tanaman cabai yang menghasilkan buah dengan ketahanan daya simpan paska panen dan berproduksi tinggi, sehingga kandungan nutrisi akan terjaga. Pendekatan yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pemuliaan tanaman cabai komersial berproduksi tinggi dengan mengawinkannya dengan tanaman cabai berdaya simpan buah tinggi, sehingga akan diharapkan turunan yang terbentuk membawa kedua sifat utama tersebut. Selain itu perekayasaan genetika tanaman cabai komersial akan juga dilakukan dengan menyisipkan konstruksi antisense gen PG pada genom, sehingga diharapkan ekspresi gen PG akan menurun. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang selama 3 tahun. Pada tahun pertama dan kedua diharapkan tanaman cabai dengan ketahanan daya simpan sudah teridentifikasi, untuk selanjutnya akan dilakukan persilangan dengan cabai komersial dan mendapatkan individu F2 yang membawa kedua sifat tetuanya. Selain itu pada tahun pertama diharapkan konstruksi genetik PG sudah terbentuk dan siap ditransformasikan ke dalam plantlet cabai. Pada Tahun ketiga diharapkan terseleksinya individu F3 yang stabil yang membawa sifat unggul, serta transforman cabai in vitro yang membawa gen ketahanan daya simpan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Laporan Term 1
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this