No image available for this title

Akademik Paper

Pengaruh Penambahan Asam Amino Glutamin terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole (PO) Pascapengeringbekuan : Skripsi



Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan asam amino glutamin dalam medium pengencer Tris kuning telur (TKT) 20% terhadap kualitas spermatozoa sapi peranakan ongole (PO) pascapengeringbekuan. Sampel semen diambil dari dua ekor sapi PO jantan masing-masing sebanyak satu kali dalam satu minggu menggunakan vagina buatan hingga masing-masing mencapai 4 ulangan. Sampel semen diencerkan dengan pengencer Tris-kuning telur yang ditambahkan asam amino glutamin dengan konsentrasi 0 mM (KK); 2,5 mM (KP 1); 5 mM (KP 2); dan 10 mM (KP 3). Sebanyak 0,25 ml sampel semen dikemas dalam cryotube0,5 ml dengan dosis 50 juta sel/ml. Sampel semen diekuilibrasi pada suhu 5 oC selama 3 jam, kemudian dibekukan dalam nitrogen cair (-196 oC). Pengeringbekuan dilakukan pada suhu -60 oC dan tekanan 0,011 mBar selama 24 jam. Hasil evaluasi spermatozoa pascapengeringbekuan pada KK, KP1, KP2, dan KP3 menunjukkan nilai rerata persentase integritas membran sebesar (32,5 ± 2,53)%; (45,0 ± 4,57)%; (47,1 ± 6,64)%; (40,1 ± 3,21)%; abnormalitas sebesar (28,2 ± 5,30)%; (18,5 ± 2,81)%; (14,8 ± 4,29)%; (11,9 ± 1,87)%; dan integritas DNA sebesar (86,0 ± 1,15)%; (100,0 ± 0,00)%; (100,0 ± 0,00)%; (100,0 ± 0,00). Hasil uji ANAVA satu faktor yang dilanjutkan dengan uji Tukey menunjukkan perbedaan nyata (P>0,05) antara KK dengan KP 1, KP 2, dan KP 3 terhadap persentase integritas membran dan abnormalitas semen sapi PO pascapengeringbekuan. Integritas DNA tidak
diamati secara statistik karena tidak memenuhi jumlah ulangan sesuai rumus Federer.
Perbedaan konsentrasi asam amino glutamin tidak memberikan pengaruh yang berbeda
nyata terhadap kualitas spermatozoa sapi PO pascapengeringbekuan.

The research aimed to find out the effect of glutamine amino acid addition into Tris-egg yolk 20% extender for the quality of ongole crossbreed cattle’s spermatozoa post-freeze drying. The semen samples were collected from two peranakan ongole cattles each one time a week using an artificial vagina up to 4 replications for each. The semen samples were diluted in Tris-egg yolk extender added by glutamine amino acid with concentration 0 mM (KK); 2,5 mM (KP 1); 5 mM (KP 2); and 10 mM (KP 3). A total of 0,25 ml diluted semen samples were packed in 0,5 ml cryotube with 50 million cells/ml dossage. Samples were equilibrated at 5 oC for three hours, then freezed in liquid nitrogen (-196 oC). The semen samples then freeze dried at -60 oC and 0,011 mBar for
24 hours. The result of evaluation of spermatozoa after freeze drying on KK, KP1, KP2, and KP3 showed the average value of membrane integrity percentage (32,5 ± 2.53)%; (45.0 ± 4.57)%; (47.1 ± 6.64)%; (40.1 ± 3.21)%; abnormality (28.2 ± 5.30)%; (18.5 ± 2.81)%; (14.8 ± 4.29)%; (11.9 ± 1.87)%; and DNA integrity (86.0 ± 1.15)%; (100.0 ± 0.00)%; (100.0 ± 0.00)%; (100.0 ± 0.00).The one factor ANOVA followed by Tukey test showed a significant differences (P


Ketersediaan

BTK05324043.2:591.391 IND pPerpus Biotek (Ruang staf)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
043.2:591.391 IND p
Penerbit Universitas Indonesia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Biologi. : Depok, Indonesia..,
Deskripsi Fisik
xii, 95 hal.: ill.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



    Informasi


    DETAIL CANTUMAN


    Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this