No image available for this title

Akademik Paper

Pengaruh Penambahan Glutation Terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole (PO) Pascapengeringanbekuan dengan Suhu Bekuan -80ο C : Skripsi



Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi glutation dalam medium pengencer terhadap kualitas spermatozoa sapi peranakan ongole (PO), 48 jam pascapengeringbekuan dengan suhu pembekuan -80OC. Sampel semen dikoleksi dua kali dalam seminggu dari dua ekor jantan pendonor, selama tiga minggu. Semen sapi PO diencerkan dalam pengencer Tris-kuning telur 20% yang mengandung glutation 0 mM (KK); glutation 0,5 mM (KP1); glutation 1 mM (KP2), dan glutation 1,5 mM (KP3). Semen yang telah diencerkan selanjutnya diekuilibrasi, dibekukan, lalu dikeringbekukan pada suhu -60OC dan tekanan 0,011 mbar. Parameter kualitas spermatozoa yang diamati meliputi integritas membran, abnormalitas, dan integritas DNA spermatozoa. Hasil uji analisis variansi (ANAVA) pola satu faktor yang dilanjutkan dengan uji Tukey menunjukkan perbedaan nyata (P≤0,05) antara KK (29,00 ± 3,03 %) dengan KP2 (46,67 ± 6,90 %) dan KP3 (45,75 ± 5,63 %) terhadap persentase integritas membran spermatozoa, serta antara KK (26,8 ± 4,88 %) dengan KP1 (20,6 ± 2,11 %) dan KP2 (18,9 ± 2,11 %) terhadap persentase abnormalitas spermatozoa. Integritas DNA (KP1 = 88,1 ± 2,78 %; KP2 = 93,4 ± 2,06 %; KP3 = 90,0 ± 2,94 %) spermatozoa pada tiap kelompok perlakuan cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (KK = 86,0 ± 3,37 %) pascapengeringbekuan

The present study was conducted to assess the effect of glutathione in various concentration on ongole crossbred spermatozoa quality, 48 hours post-freeze-drying using freezing temperature of -80OC. Semen samples was collected twice in a week for three weeks from two donor bulls. The samples were diluted in Tris-egg yolk extender with glutathione additives at concentration 0 mM (KK); 0,5 mM (KP1); 1 mM (KP2), and 1,5 mM (KP3). Diluted semen was equilibrated, freezed, and immediately freezedried at -60OC with 0,011 mbar pressure. Parameters of spermatozoa quality include membrane integrity, abnormal morphology, and DNA integrity of spermatozoa were assessed. One factor analysis of variance (ANAVA) test continued with Tukey test
showed a significant differences (P≤0,05) between KK (29,00 ± 3,03 %) and KP2 (46,67 ± 6,90 %) along with KP3 (45,75 ± 5,63 %) on the percentage of sperm membran integrity, and between KK (26,8 ± 4,88 %) and KP1 (20,6 ± 2,11 %) along with KP2 (18,9 ± 2,11 %) on the percentage of sperm abnormal morphology. The DNA integrity of post-freeze-drying spermatozoa in additive groups (KP1 = 88,1 ± 2,78 %; KP2 = 93,4 ± 2,06 %; KP3 = 90,0 ± 2,94 %) showed an increasing patterns as compared to the control goup (KK = 86,0 ± 3,37 %).

Entri oleh Ahmad S.S. (7/11/18)


Ketersediaan

BTK05325043.2:591.391 DUR pPerpus Biotek (Ruang staf)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
043.2:591.391 DUR p
Penerbit Universitas Indonesia , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam , Departemen Biologi : Depok, Indonesia..,
Deskripsi Fisik
xiv, 100 hal.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



    Informasi


    DETAIL CANTUMAN


    Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this