Image of Induksi Kalus Somatik Embriogenik dari Eksplan Daun Cabai Dengan Variasi Konsentrasi Dua Zat Pengatur Tumbuh dalam Rangka Mendapatkan Bibit Unggul Melalui Variasi Somaklonal

Publikasi Staf Biotek

Induksi Kalus Somatik Embriogenik dari Eksplan Daun Cabai Dengan Variasi Konsentrasi Dua Zat Pengatur Tumbuh dalam Rangka Mendapatkan Bibit Unggul Melalui Variasi Somaklonal



Salah satu upaya untuk mendapatkan bibit cabai unggul adalah dengan perbaikan sifat genetik melalui variasi somaklonal. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah menginduksi kalus somatik embriogenik dengan penambahan beberapa variasi konsentrasi zat pengatur tumbuh. Material yang digunakan adalah eksplan daun pertama dan kedua cabai Princess in vitro. Zat pengatur tumbuh yang digunakan adalah kombinasi Naphthaleneacetic acid (NAA) dan beberapa variasi konsentrasi Benzylaminopurin (BAP) pada media Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan 4 persen sukrosa dan 1 mg/l Glysin. Eksplan daun cabai in vitro diinduksi di satu set percobaan dengan beberapa perlakuan penambahan konsentrasi BAP yaitu 0; 0,1; 0,5; 1,0 dan 1,5 mg/l, sedangkan konsentrasi NAA yang digunakan adalah 0,1 mg/l. Setelah enam minggu di media perlakuan, respon eksplan daun terhadap perlakuan diamati dengan beberapa parameter yaitu persentase daya hidup eksplan, pembentukan kalus embriogenik dan warna kalus yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hidup eksplan di semua media perlakuan berkisar antara 73-100 persen. Kombinasi penambahan BAP pada konsentrasi 0,5- 1,5 mg/l dan NAA 0,1 mg/l mampu menginduksi somatik embriogenik yang ditandai dengan fase proembriogenik awal nodular. Respon pembentukan tertinggi (100 persen) didapatkan dari eksplan yangdikultur pada media MS dengan 1,5 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA. Kalus somatik embriogenik yang dihasilkan pada media perlakuan secara umum berwarna kekuningan, namun pada media 0.5; 1.0 dan 1,5 mg/L BAP dan 0,1 mg/l NAA kalus yang terbentuk berwarna kuning dan kemerahan. Warna kalus kemerahan diduga disebabkan adanya akumulasi suatu senyawa metabolit sekunder, meskipun masih harus dikonfirmasi dengan sistem deteksi yang lain. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kalus somatik embriogenik cabai Princess dapat terbentuk pada media 1,5 mg/l BAP dan 0,1 mg/l NAA. Hal ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan varian somaklonal dan pengembangan sistem akumulasi senyawa metabolit sekunder secara cepat.

(Ludya/Pustakawan)


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. : Jakarta..,
Deskripsi Fisik
hlm 525-532.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-410-048-3.
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this